Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) NTT, menyelenggarakan kegiatan Duduk Ba Omong pada Selasa, (11/2/2025). Acara yang bertempat di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT yang mengusung tema “Transformasi Ekonomi NTT yang Mandiri, Maju, dan Berkelanjutan.”
Kegiatan Duduk Ba Omong menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin, Saleh Husin, Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan, Sungeng Santoso, dan Akademisi dan Praktisi Ekonomi Kreatif, Dwinita Larasati. Acara Duduk Ba Omong dimoderatori oleh Maria Y. Benyamin, Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia.
Acara dibuka oleh Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, Kepala Perwakilan BI NTT, Bapak Agus Sistyo Widjajati, dan Gubernur NTT terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Dalam dialog interaktif, Sungeng Santoso menyampaikan hasil survei mengenai kendala yang dihadapi ekosistem usaha pangan dan pertanian, yang dipublikasikan oleh BPS. Beliau mengungkapkan dua hal penting terkait sistem pangan dan pertanian, yakni Indeks Ketahanan Pangan serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Berikutnya, Saleh Husin mengungkapkan bahwa banyak impian yang tidak terwujud, salah satunya disebabkan oleh ketidakseimbangan sektor swasta dan pemerintah. Di Pulau Jawa, sektor swasta mendominasi hingga 80%, sedangkan di NTT justru sebaliknya. Menurut Saleh Husin, untuk mengubah keadaan ekonomi, provinsi NTT harus didukung oleh keberadaan industri manufaktur, karena tanpa sektor tersebut, kemajuan sulit tercapai.
Terakhir, Dwinita Larasati menyoroti pentingnya peran agregator atau perantara, khususnya dalam ekonomi informal yang dominan di NTT, seperti pengrajin dan mama-mama tenun. Agar mereka dapat bergabung dengan ekosistem ekonomi yang lebih besar dan berkembang, diperlukan jembatan yang menghubungkan mereka ke pasar yang lebih luas.
Secara keseluruhan, stabilitas sistem keuangan di Provinsi NTT pada triwulan III 2024 tetap terjaga, dengan ROA Bank Umum tercatat sebesar 2,37% dan ROA Bank Syariah sebesar 6,15%.














