Jakarta, TIRILOLOKNEWS.COM || NASIONAL – Umat Katolik di seluruh dunia merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) pada Minggu, (7/6/2026).
Perayaan ini menjadi momen penting untuk mengenang dan menghayati kehadiran nyata Yesus Kristus dalam Sakramen Ekaristi sebagai sumber kehidupan iman umat beriman.
Dalam Perayaa Ekaristi yang dipimpin Romo Macarius Maharsono, SJ di Gereja Katedral Jakarta, umat diajak untuk merefleksikan kesiapan dan kelayakan diri dalam menyambut Tuhan Yesus Kristus melalui Komuni Kudus.
Dalam homilinya, Romo Macarius menegaskan bahwa setiap orang pada dasarnya menyadari ketidaklayakannya di hadapan Tuhan. Namun, kasih Allah yang begitu besar dalam diri Yesus Kristus memungkinkan manusia menerima anugerah keselamatan dan undangan untuk hidup bersama-Nya.
“Kita semua menyadari bahwa sesungguhnya tidak pernah benar-benar pantas di hadapan Tuhan. Namun justru karena kasih Allah yang begitu besar, kita tetap diperkenankan menerima-Nya. Kasih Allah selalu lebih dahulu berinisiatif hadir dalam hidup manusia,” ungkapnya.
Menurut Romo Macarius, kesadaran akan ketidakpantasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menjauh dari Tuhan. Sebaliknya, umat diajak terus berjuang mempersiapkan diri melalui pertobatan, pemurnian hati, dan kehidupan yang selaras dengan ajaran Tuhan Yesus Kristus.
“Meski kita merasa tidak pantas, kita tetap wajib mengusahakan diri menjadi lebih layak. Menerima Komuni Kudus bukan hanya tindakan menerima Kristus, tetapi juga ungkapan kemauan untuk terus memurnikan jiwa dan memperbarui hidup,” katanya.
Ia berharap Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin menyadari kasih Allah yang tanpa batas, sekaligus memperkuat komitmen untuk hidup dalam iman, kesucian, dan kedekatan dengan Tuhan.
Pada perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan Yesus Kristus, Gereja menggunakan warna liturgi putih yang melambangkan kemurnian, sukacita, kekudusan, dan kemuliaan Kristus yang hadir dalam Sakramen Ekaristi.














