Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Kupang Triwulan I Tahun 2026, Selasa (3/3), di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran Digitalisasi Pajak Daerah sebagai langkah memperkuat stabilitas ekonomi dan transparansi pendapatan daerah.
Dalam arahannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi merupakan dua pilar utama pertumbuhan ekonomi. Stabilitas harga berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Inflasi bukan sekadar angka. Ini soal harga cabai, beras, minyak goreng, dan ongkos hidup masyarakat kecil. TPID bukan hanya forum koordinasi, tapi forum tanggung jawab moral,” tegasnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kota Kupang pada Januari 2026 sebesar 0,14 persen (month-to-month) dengan inflasi tahunan 3,55 persen. Pada Februari 2026, inflasi bulanan meningkat menjadi 0,71 persen dan tahunan 4,01 persen.
Menghadapi kenaikan tersebut serta menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Nyepi, Paskah, dan Idul Fitri, Pemerintah Kota Kupang memperkuat operasi pasar murah, realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT), serta inspeksi rutin ke pasar dan distributor guna memastikan pasokan dan harga tetap terkendali.
Wali Kota Kupang juga mengingatkan potensi panic buying akibat isu global yang berkembang di media sosial. Karena itu, koordinasi lintas sektor diminta terus diperkuat agar distribusi tetap lancar.
Selain fokus pada inflasi, Pemkot Kupang resmi meluncurkan Digitalisasi Pajak Daerah bekerja sama dengan BNI, BRI, dan Mandiri. Program ini ditujukan untuk mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas.
“Kita tidak bisa bertahan dengan cara manual. Dunia sudah bergerak ke arah digital. Jika tidak beradaptasi, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Adi Doyo Prakoso, memaparkan perkembangan inflasi dan strategi pengendalian ke depan. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan strategis.
Menurut Adi Doyo, penguatan digitalisasi daerah juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan efisiensi transaksi pemerintah serta memperluas ekosistem keuangan digital di daerah.
Melalui kolaborasi TPID dan TP2DD, Pemerintah Kota Kupang menargetkan stabilitas harga tetap terjaga dan transformasi digital berjalan optimal sepanjang 2026.














