Denpasar, TIRILOLOKNEWS.COM || NASIONAL – Pada Minggu, (24/5/2026), Romo Benediktus Deni Mary memimpin Misa Hari Raya Pentakosta di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Negara, Jalan Wibisana, Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.
Hari Raya Pentakosta merupakan peringatan turunnya Roh Kudus atas para rasul dan Bunda Maria, lima puluh hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
Peristiwa tersebut menjadi tanda lahirnya Gereja ketika para rasul dipenuhi keberanian untuk mewartakan Injil ke berbagai penjuru dunia.
Melalui perayaan Pentakosta, umat Katolik diajak membuka hati terhadap karya Roh Kudus yang menghadirkan kekuatan, pengharapan, persatuan, serta semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat Pentakosta diharapkan terus menyalakan iman, kasih, damai, dan sukacita sebagai saksi Kristus di tengah masyarakat.
Dalam homili, Romo Benediktus Deni Mary mengajak umat memahami makna Pentakosta secara lebih mendalam. Roh Kudus tidak dimaknai sebagai pengalaman emosional berlebihan atau pertunjukan spiritual yang identik dengan teriakan, tarian, maupun suasana tidak terkendali.
Penjelasan homili menegaskan bahwa Roh Kudus telah bekerja sejak awal sejarah keselamatan. Kehadiran Roh Kudus tampak ketika Bunda Maria menerima kabar sukacita dari malaikat, saat Tuhan Yesus dibaptis di Sungai Yordan, hingga melalui karya para nabi dan orang-orang yang hidup dalam kasih serta belas kasih.
Perayaan Pentakosta dipahami sebagai momentum penyadaran akan karya Roh Kudus yang terus hidup dan bekerja dalam perjalanan Gereja maupun kehidupan manusia. Roh Kudus hadir melalui dorongan kasih, panggilan iman, semangat pertobatan, dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakang.
Untuk diketahui, Hari Raya Pentakosta juga memperingati peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 2 ayat 1 sampai 11, sekaligus menandai berakhirnya Masa Paskah yang berlangsung selama lima puluh hari.














