Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 menunjukkan capaian pendidikan Kota Kupang masih menghadapi tantangan pada aspek numerasi, meski berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang menilai hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki mutu pembelajaran sekaligus menyusun kebijakan strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan pada tahun ajaran mendatang.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Kota Kupang, Okto Naitboho, mengatakan TKA merupakan instrumen nasional untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Karena itu, hasil yang diperoleh menjadi dasar pemetaan mutu pendidikan baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Begitu hasil TKA dirilis, ia langsung melakukan analisis berdasarkan jenjang pendidikan dan mata pelajaran untuk mengetahui posisi Kota Kupang dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional,” kata Okto di Hotel T-More, Sabtu (6/6/2026).
Dari sisi partisipasi, hampir seluruh siswa di Kota Kupang mengikuti TKA. Tingkat keikutsertaan mencapai sekitar 99 persen, dengan sebagian kecil siswa tidak mengikuti tes karena alasan kesehatan.
Pada jenjang SD, sebanyak lebih dari 7.000 siswa dari 158 SD dan MI mengikuti TKA.
Untuk mata pelajaran Matematika, rata-rata nilai Kota Kupang mencapai 42,62, sedikit di bawah rata-rata nasional yang berada pada angka 43,41. Namun capaian tersebut masih lebih tinggi 6,61 poin dibanding rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada pada angka 36,01.
Sementara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Kota Kupang mencatat rata-rata nilai 62,02. Angka tersebut melampaui rata-rata nasional sebesar 60,14 dan jauh berada di atas rata-rata NTT yang mencapai 49,77.
“Untuk Bahasa Indonesia jenjang SD, kami cukup bangga karena mampu melampaui rata-rata nasional. Namun secara umum, hasil ini masih perlu ditingkatkan agar mendekati standar kompetensi internasional,” ujarnya.
Pada jenjang SMP, capaian Matematika masih menjadi perhatian. Rata-rata nilai Matematika Kota Kupang tercatat 38,11, berada di bawah rata-rata nasional 40,34, tetapi masih lebih tinggi dibanding rata-rata NTT sebesar 36,17.
Adapun untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, rata-rata nilai siswa SMP Kota Kupang mencapai 60,46. Capaian tersebut hanya terpaut 0,37 poin dari rata-rata nasional yang berada pada angka 60,83 dan lebih tinggi 12,68 poin dibanding rata-rata provinsi.
Menurut Okto, rendahnya capaian numerasi pada jenjang SD maupun SMP menjadi persoalan serius yang membutuhkan intervensi kebijakan secara berkelanjutan.
Meski demikian, hasil TKA juga menunjukkan adanya potensi akademik yang menjanjikan. Lima siswa SD berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, terdapat sejumlah siswa yang memperoleh nilai 100, 97, dan 96 pada mata pelajaran Matematika.
“Hasil ini membuktikan bahwa potensi siswa Kota Kupang sangat baik. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan secara merata di seluruh satuan pendidikan,” katanya.
Berdasarkan hasil evaluasi, Disdikbud Kota Kupang menemukan dua faktor utama yang memengaruhi capaian TKA. Faktor pertama adalah metode pembelajaran yang selama ini masih berfokus pada kemampuan berpikir tingkat rendah atau C1 hingga C3, seperti mengingat dan memahami materi.
Sementara soal-soal TKA lebih banyak mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) pada level C4 hingga C6, seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menerapkan konsep.
Faktor kedua adalah pola asesmen di sekolah yang dinilai belum selaras dengan karakter soal TKA. Selama ini, sebagian besar penilaian masih menggunakan soal-soal sederhana sehingga siswa kurang terbiasa menghadapi soal berbasis analisis dan pemecahan masalah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdikbud Kota Kupang akan menerapkan sejumlah kebijakan mulai tahun ajaran baru. Di antaranya peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis HOTS, perubahan sistem asesmen sekolah agar lebih menekankan kemampuan analitis, pelaksanaan latihan intensif, serta program bimbingan belajar dan try out secara berkala bagi siswa kelas akhir.
Selain itu, Disdikbud juga akan meminta seluruh kepala sekolah menandatangani komitmen peningkatan hasil TKA sebagai bagian dari evaluasi kinerja sekolah.
“Kami ingin setiap sekolah memiliki target peningkatan yang terukur. Kinerja kepala sekolah harus dapat dilihat dari kemajuan hasil belajar siswa berdasarkan data yang objektif dan terstandar secara nasional,” tegas Okto.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi memerlukan dukungan orang tua dan masyarakat. Menurut Okto, keterlibatan keluarga dalam mengawasi waktu belajar anak di rumah menjadi faktor penting untuk meningkatkan capaian akademik siswa.
“Hasil TKA ini menjadi refleksi bersama. Kami sudah menemukan akar persoalan dan menyiapkan langkah perbaikan. Jika sekolah, pemerintah, dan orang tua bergerak bersama, kami optimistis kualitas pendidikan Kota Kupang akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.














