Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, memicu antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat di SPBU Oebobo, Senin (12/10/2026).
Kondisi ini membuat warga harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan bensin, sementara aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Pantauan di lokasi menunjukkan area pengisian BBM dipadati sepeda motor dan mobil. Antrean kendaraan terlihat rapat, dengan para pengendara terpaksa menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Edward, warga Kota Kupang yang mengantre menggunakan sepeda motor, meminta pihak terkait memberikan perhatian lebih terhadap pasokan BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Supaya lebih perhatikan pasokan BBM, karena kalau begini semua aktivitas bisa terhambat,” ujar Edward.
Ia juga menyatakan harga BBM di tingkat pengecer yang, menurut keterangannya, dapat mencapai Rp18.000. Edward berharap harga di tingkat pengecer bisa lebih rendah ketika masyarakat kesulitan memperoleh BBM di SPBU.
“Kalau tidak ada di SPBU, di tingkat pengecer, harganya bisa di bawah itu,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Emil. Ia mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM dan antrean panjang berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan dan mengantar anak ke sekolah. Warga pun harus menyediakan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar.
Kondisi ini menambah beban masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja dan memenuhi berbagai kebutuhan keluarga. Di tengah sulitnya memperoleh BBM, warga berharap pasokan segera kembali normal agar mobilitas masyarakat tidak terus terganggu.
Masyarakat juga berharap pihak terkait memperhatikan kelancaran distribusi serta ketersediaan BBM di SPBU. Selain itu, warga meminta agar harga BBM di tingkat pengecer tetap terjangkau sehingga tidak semakin membebani masyarakat ketika pasokan di SPBU sulit diperoleh.














