Bank Indonesia Perkenalkan Strategi UMKM NTT

Bank Indonesia Dukung Digitalisasi UMKM NTT.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT mengadakan konferensi pers bertajuk SAnte-SANte Duduk ba Omong deng meDIA (Sasando Dia) bersama wartawan pada Kamis, (27/2/2025), di Lantai 3, Kantor KPw BI NTT.

Topik yang dibahas adalah “Sinergi Memperkuat Kinerja UMKM NTT dengan Pemberdayaan Masyarakat dan Perluasan Produk Halal.”

Kegiatan Sasando Dia yang menghadirkan dua narasumber, yaitu Reyza Lisembina Budiarjo sebagai Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah (FPPUKIS), serta Johanes Jonnick Jimmy Ndawa selaku Staf KPw BI NTT.

Dalam keterangan pers, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Pratyaksa Candraditya, menyampaikan bahwa mengenai kesiapan pemasarannya dan digitalisasi UMKM, beliau yakin pelaku UMKM sudah mulai mengenal berbagai saluran pemasaran, seperti Instagram dan WhatsApp, yang merupakan kanal yang paling umum digunakan.

Selain itu, langkah selanjutnya adalah membangun website dan memasuki marketplace sebagai bagian dari digitalisasi yang perlu diperkuat.

Selanjutnya, jika UMKM sudah siap dengan kapasitas yang lebih besar, produk mereka bisa diperkenalkan antar provinsi.

Berikutnya, Reyza menjelaskan, terkait framework pembangunan UMKM, terdapat tiga pilar utama: synergizing, strengthening, dan strategizing.

Tahun 2025, Bank Indonesia telah merancang langkah-langkah besar yang dimulai dengan identifikasi UMKM sasaran. Di Indonesia, terdapat 42 UMKM yang telah diidentifikasi, dengan berbagai program pelatihan dan pemetaan kebutuhan yang dapat membantu pengembangan mereka.

Sementara itu, Jimmy mengatakan, pada tahun 2025 Bank Indonesia membina sekitar 54 UMKM yang akan mengikuti seleksi di tingkat nasional.

Selain itu, fokus juga diberikan pada ekonomi kepada para jemaat mengingat mayoritas penduduk NTT adalah umat Kristiani. Di Pulau Timur, jumlah jemaat Kristiani mencapai 2,2 juta, hampir setengah dari total populasi NTT yang sekitar 5 juta jiwa.

Terakhir, laporan inflasi pada Januari 2025 menunjukkan kenaikan sebesar 0,76 persen (year-on-year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 105,99.