Pesta Perak Kaul Monastik Dua Suster OSB Jadi Inspirasi Kesetiaan dan Pengabdian

Mengutamakan Cinta Kristus di Atas Segala-galanya.

Oplus_131072

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Perayaan syukur 25 tahun Pesta Perak Kaul Monastik Sr. Maria Scolastika Nuwa OSB dan Sr. Maria Grazia Wona OSB berlangsung di Kapela Monastero Santa Maria Delle Grazie, Sikumana, Kota Kupang, Selasa (7/7/2026).

Mengusung tema “Mengutamakan Cinta Kristus di Atas Segala-galanya”, perayaan diawali dengan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, bersama para imam konselebran.

Turut hadir Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Ketua IKADA Kupang Isidorus Lilijawa, para imam, biarawan-biarawati, keluarga kedua suster, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Mgr. Hironimus Pakaenoni menyampaikan ucapan selamat kepada Sr. Maria Scolastika Nuwa OSB dan Sr. Maria Grazia Wona OSB atas kesetiaan menjalani panggilan hidup monastik selama 25 tahun.

Menurut Uskup Agung Kupang, perjalanan hidup religius merupakan anugerah yang dipenuhi kasih Tuhan Yesus Kristus sekaligus menjadi inspirasi melalui keberanian, kesetiaan, kehidupan doa, dan semangat pengabdian.

Ia menegaskan, kesetiaan seorang religius tidak tumbuh sendiri, melainkan berkembang dalam komunitas yang saling menopang serta dalam Gereja yang terus mendampingi setiap perjalanan panggilan.

Momentum Pesta Perak ini, lanjutnya, bukan sekadar mengenang perjalanan seperempat abad, tetapi juga menjadi awal untuk terus melangkah dalam semangat pelayanan, doa, dan hidup monastik yang semakin mendalam.

Mgr. Hironimus Pakaenoni juga berharap kedua suster senantiasa diberi kesehatan, sukacita, ketekunan, serta tetap menjadi saksi kasih Tuhan Yesus Kristus hingga akhir hayat.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas kesetiaan kedua suster yang telah mengabdikan hidup dalam doa, keheningan, dan pelayanan selama 25 tahun.

Menurut Gubernur NTT, kehidupan membiara merupakan kesaksian nyata tentang pengorbanan, kesetiaan, dan kasih kepada Tuhan, terutama di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin membutuhkan kekuatan iman.

Ia mengatakan, keheningan yang dijalani komunitas monastik memiliki makna mendalam karena menjadi ruang refleksi, pembaruan batin, dan kedekatan dengan Tuhan. Meski tidak selalu hadir di ruang publik, kehidupan kontemplatif tetap menjadi sumber kekuatan rohani bagi umat.

Gubernur NTT juga menyebut Komunitas Benediktin Monastero Santa Maria Delle Grazie sebagai oase rohani yang senantiasa mendoakan Gereja, pemerintah, keluarga, pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, pelaku usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Melki Laka Lena, tema “Mengutamakan Cinta Kristus di Atas Segala-galanya” sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Nilai iman, kasih, dan semangat pelayanan menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan bersama.

Ia juga mengapresiasi sinergi Gereja Katolik dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terus berkontribusi dalam pembangunan melalui bidang pendidikan, kesehatan, pembinaan umat, serta penguatan kehidupan sosial dan moral masyarakat.

Melki Laka Lena berharap perayaan Pesta Perak Kaul Monastik ini menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda, untuk setia menjawab panggilan Tuhan sesuai talenta dan tugas pelayanan masing-masing.

Menutup sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan ucapan selamat kepada Sr. Maria Scolastika Nuwa OSB, Sr. Maria Grazia Wona OSB, serta seluruh Komunitas Monastik Rubiah Benediktin Monastero Santa Maria Delle Grazie.

Ia berharap komunitas tersebut terus menjadi pusat doa, sumber sukacita, penguat persaudaraan, sekaligus menghadirkan semangat baru bagi pelayanan Gereja dan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.