Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Aktivitas transportasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat pada Juli 2026, dengan Bandar Udara Internasional Komodo (LBJ) di Labuan Bajo mencatat pertumbuhan jumlah penerbangan tertinggi, yakni bertambah 259 penerbangan dibandingkan bulan sebelumnya.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B. Kale, dalam konferensi pers perkembangan transportasi NTT di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (1/9/2026).
BPS mencatat, peningkatan aktivitas transportasi terjadi pada angkutan udara maupun angkutan laut. Dari sektor penerbangan, jumlah kedatangan pesawat pada Juli 2026 meningkat 21,23 persen, sedangkan jumlah keberangkatan pesawat naik 12,63 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dari sejumlah bandara di Labuan Bajo, mencatat kenaikan jumlah penerbangan paling tinggi dengan tambahan 259 penerbangan.
“Bandara yang peningkatan penerbangan pesawat udara tertinggi adalah Bandara Komodo di Labuan Bajo, meningkat 259 penerbangan,” kata Matamira dalam paparannya.
Namun, pertumbuhan tersebut tidak terjadi merata di seluruh bandara. BPS mencatat terdapat bandara yang mengalami penurunan jumlah penerbangan sebanyak 28 penerbangan.
Kenaikan aktivitas penerbangan turut mendorong pertumbuhan jumlah penumpang angkutan udara.
BPS NTT mencatat jumlah penumpang angkutan udara pada Juli 2026 meningkat 25,51 persen secara tahunan.
Jika dibandingkan dengan Juni 2026, jumlah penumpang juga mengalami peningkatan.
Bandara Udara Internasional Komodo kembali mencatat pertumbuhan tertinggi dengan tambahan 39.105 penumpang dibandingkan Juni 2026.
Di sisi lain, salah satu bandara mengalami penurunan jumlah penumpang hingga 1.390 orang dibandingkan bulan sebelumnya.
Pertumbuhan juga terjadi pada sektor angkutan laut. Jumlah pelayaran angkutan laut pada Juli 2026 tercatat meningkat 24,96 persen secara tahunan.
Pelabuhan di Labuan Bajo menjadi salah satu titik dengan pertumbuhan paling tinggi. BPS mencatat jumlah pelayaran di pelabuhan tersebut bertambah 1.922 pelayaran dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski demikian, sejumlah pelabuhan masih mengalami penurunan aktivitas. Dalam paparan BPS disebutkan terdapat pelabuhan yang mengalami penurunan sebanyak 203 pelayaran.
Peningkatan jumlah pelayaran juga diikuti kenaikan jumlah penumpang angkutan laut. Pada Juli 2026, jumlah penumpang angkutan laut meningkat 52,69 persen secara tahunan dan 18,76 persen secara bulanan.
BPS mencatat terdapat pelabuhan yang mengalami peningkatan jumlah penumpang secara signifikan. Sementara itu, pelabuhan lainnya justru mengalami penurunan jumlah penumpang hingga 4.307 orang.
Matamira menjelaskan, peningkatan aktivitas transportasi di NTT pada Juli 2026 antara lain didorong meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Berbagai kegiatan seperti festival, perayaan, dan kegiatan lainnya turut meningkatkan pergerakan masyarakat selama periode tersebut.
Selain itu, Juli merupakan periode high season pariwisata, terutama di Labuan Bajo. Kondisi ini ikut mendorong peningkatan aktivitas kapal wisata menuju berbagai destinasi di kawasan Labuan Bajo.
Sementara di sektor penerbangan, aktivitas sejumlah bandara di NTT juga dipengaruhi kondisi gunung api, termasuk erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.
Secara umum, perkembangan indikator transportasi pada Juli 2026 menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan di NTT.














