dr. Christian Widodo Minta Pramuka Bawa Pulang Nilai Ketangguhan dan Disiplin

Pemkot Kupang siapkan pembenahan  Bumi Perkemahan Fatubena pada 2027.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kupang, menghadiri acara penerimaan Kontingen Jambore Daerah (Jamda) X dan Jambore Nasional (Jamnas) XII Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kupang.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kristal, Kota Kupang, Selasa (1/9/2026), menjadi momentum penyambutan sekaligus apresiasi bagi para peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan kepramukaan di luar daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang, Andre Otta; Ketua Harian Kwarcab Kota Kupang, Dr. Deford Nasareno Lakapu, M.M., C.M.T; Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Kupang, orang tua peserta Jamnas XII; serta para peserta Pramuka Penggalang Kota Kupang.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir dan bertemu langsung dengan para peserta. Ia mengaku tetap berupaya menghadiri kegiatan tersebut meski memiliki agenda pemerintahan yang padat.

“Saya bilang kepada protokol, pokoknya bagaimanapun caranya saya harus hadir di sini, biarpun hanya 10-15 menit. Ini sebagai tanda cinta dan sayang saya untuk adik-adik Pramuka Kota Kupang,” ujar dr. Christian Widodo.

Menurut dr. Christian Widodo, dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap kegiatan Pramuka tahun ini diberikan secara maksimal, baik melalui dukungan anggaran maupun perhatian terhadap keberangkatan dan kepulangan para peserta.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kwarcab, pembina dan pendamping, serta para orang tua yang telah mendukung dan mendampingi para peserta selama mengikuti kegiatan.

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, saya menyampaikan limpah terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada kita semua yang hadir di ruangan ini,” katanya.

dr. Christian Widodo juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang dinilainya telah menunjukkan sikap tertib dan disiplin selama mengikuti kegiatan.

Ia mengingatkan bahwa para peserta membawa nama Kota Kupang sehingga harus mampu menjadi representasi yang baik bagi daerah.

“Saya dengar adik-adik di sana telah menjadi adik-adik yang baik, tertib dan menjaga nama baik Kupang. Waktu mau berangkat, kita bilang adik-adik itu yang akan menjadi wajah Kota Kupang di sana,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta para peserta terus mempertahankan sikap disiplin, tangguh dan bertanggung jawab, meskipun kegiatan Jambore telah selesai.

dr. Christian Widodo menilai pengalaman selama mengikuti Jamda dan Jamnas tidak boleh berhenti hanya sebagai kenangan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain kalian mendapat capek yang lebih banyak, kalian juga mendapat hati yang lebih kuat, mental yang lebih tangguh dan pengalaman yang lebih banyak. Apa yang kalian dapat, kalian belajar soal ketangguhan, disiplin dan mental, harus kalian bawa terus,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dr. Christian Widodo juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan sebuah komitmen.

Menurut dr. Christian Widodo, komitmen menjadi langkah awal untuk memulai sesuatu, tetapi konsistensi merupakan faktor yang menentukan keberhasilan hingga akhir.

“Komitmen itu penting di awal, tetapi konsistensi itu yang paling penting. Tanpa komitmen, Anda tidak bisa memulai sebuah pekerjaan. Tetapi tanpa konsistensi, Anda tidak bisa mengakhiri pekerjaan itu,” tegasnya.

Ia kemudian menyampaikan prinsip yang menurutnya penting untuk diterapkan para peserta dalam kehidupan, yakni bahwa komitmen membuat seseorang berani memulai, sedangkan konsistensi membuat seseorang mampu menyelesaikan apa yang telah dimulai.

Di tengah suasana sukacita penyambutan kontingen, dr. Christian Widodo turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur, Drs. Sinun Petrus Manuk.

Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat Kota Kupang, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka.

dr. Christian Widodo mengajak para peserta untuk meneruskan nilai-nilai keteladanan yang telah ditinggalkan Drs. Sinun Petrus Manuk.

“Jabatan punya batas waktu, usia punya batas waktu, tetapi keteladanan tidak memiliki batas waktu,” ujarnya.

Ia meminta para peserta untuk membawa dan menularkan keteladanan serta kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau adik-adik bisa melakukan itu, maka sesungguhnya sebagian dari diri Kakak Peter masih hidup bersama-sama kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian Widodo juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Kupang untuk membenahi Bumi Perkemahan Fatubena pada 2027.

Ia mengatakan, pembenahan tersebut diharapkan dapat menjadikan lokasi itu sebagai tempat kegiatan kepramukaan sekaligus ruang perkemahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum.

“Kemarin saya sudah ngobrol dengan Kak Andre. Nanti di tahun 2027 kita akan membenahi perkemahan itu. Ke depan adik-adik bisa berkegiatan di situ, bahkan kita bisa sewakan kepada orang lain sehingga bisa menghasilkan PAD,” jelasnya.

Menurut dr. Christian Widodo, sejumlah fasilitas yang akan dibenahi antara lain pelataran perkemahan, fasilitas air bersih, toilet, pagar dan sarana pendukung lainnya.

Dengan fasilitas yang lebih memadai, masyarakat yang ingin berkemah nantinya cukup membawa perlengkapan tenda tanpa harus khawatir dengan keterbatasan fasilitas dasar.

Salah satu peserta dari SMP Negeri 2 Kupang, Gisella Agustav, mengatakan pengalaman mengikuti Jambore Nasional XII memberikan banyak pelajaran berharga bagi dirinya dan peserta lainnya.

Ia mengakui rangkaian kegiatan selama Jamnas berlangsung cukup padat dan melelahkan. Namun, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari proses pembentukan karakter para peserta.

“Semua itu membentuk kami menjadi Pramuka yang tangguh dan disiplin. Di sana sangat melelahkan, tetapi semua itu terbayarkan dengan ilmu, pengalaman dan kesempatan bertemu dengan penggalang-penggalang hebat dari seluruh Indonesia,” kata Gisella.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada kontingen.

Gisella menceritakan, perjalanan kontingen tidak hanya berfokus pada kegiatan Jambore, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

Dari Jakarta, kontingen melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Yogyakarta, kemudian mengunjungi sejumlah lokasi, termasuk kawasan Kota Tua dan Malioboro.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Surabaya dan Malang sebelum menyeberang menggunakan kapal menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan selanjutnya menuju Waingapu, Sumba Timur, hingga akhirnya tiba kembali di Kota Kupang.

“Kami bersyukur karena apa yang kami dapatkan di sana, setiap momen yang kami dapatkan di sana, tidak semua Pramuka Penggalang bisa merasakan momen itu,” ujarnya.

Ia pun mengajak rekan-rekannya untuk terus bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Bertumbuh dan berkembanglah seperti tunas kelapa, bertumbuh tegak ke atas dan memberikan dampak baik bagi banyak orang,” katanya.

Sementara itu, perwakilan orang tua peserta, Oktovianus La’a, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang selaku Ketua Mabicab serta Pemerintah Kota Kupang dan DPRD Kota Kupang atas dukungan terhadap kegiatan Pramuka.

Ia secara khusus mengapresiasi dukungan anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan Pramuka Kota Kupang.

“Sebagai orang tua, kami mengucapkan limpah terima kasih kepada Pak Wali Kota Kupang selaku Ketua Mabicab Kota Kupang dan tentunya jajaran DPRD yang telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan Pramuka Kota Kupang,” ujar Oktovianus.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kwarcab serta para pembina dan pendamping yang telah mendampingi peserta sejak keberangkatan hingga kembali ke Kota Kupang dengan selamat.

Menurut Oktovianus, manfaat utama kegiatan kepramukaan tidak hanya terletak pada pengalaman mengikuti perkemahan, tetapi juga pada proses pembentukan karakter anak.

“Yang paling utama yang kami dapat sebagai orang tua adalah pembentukan karakter anak. Ketika mereka berafiliasi dengan lingkungan, mereka pasti akan menjadi lebih baik dan memberikan contoh yang lebih baik kepada teman-teman di lingkungan mereka,” katanya.

Oktovianus berharap kegiatan kepramukaan di Kota Kupang terus mendapat dukungan dan dapat dikembangkan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Ia menegaskan, para orang tua akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan Pramuka sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh dan memiliki karakter positif.