“Doa Adalah Tanggung Jawab Kami”, Pesan Sr. Maria Scolastika dari Balik Kehidupan Monastik

Sr. Maria Scolastika Nuwa, OSB.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Perayaan syukur 25 Tahun Pesta Perak Kaul Monastik Sr. Maria Scolastika Nuwa, OSB dan Sr. Maria Grazia Wona, OSB berlangsung di Komunitas Monastik Rubiah Benediktin Monastero Santa Maria Delle Grazie, Sikumana, Kota Kupang, Rabu (8/7/2026).

Perayaan mengusung tema “Mengutamakan Cinta Kristus di Atas Segala-galanya” dan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, bersama para imam konselebran.

Hadir dalam perayaan tersebut Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Ketua IKADA Kupang Isidorus Lilijawa, para imam, biarawan-biarawati, keluarga kedua suster, serta tamu undangan.

Dalam wawancara dengan Radio TIRILOLOK usai perayaan, Sr. Maria Scolastika Nuwa mengatakan perjalanan menghidupi kaul monastik selama 25 tahun merupakan proses panjang yang dijalani dalam semangat kehidupan bersama sebagai sebuah keluarga monastik.

“Di dalam tradisi Benediktin, kami tidak menyebut biara sebagai kongregasi, tetapi keluarga monastik. Di dalam keluarga itu ada tata hidup yang dibangun atas dasar saling menghormati, saling mengasihi, dan hidup dalam ketaatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan spiritualitas Benediktin berakar pada semboyan Ora et Labora atau berdoa dan bekerja. Menurutnya, doa merupakan tugas utama yang dipercayakan Gereja kepada setiap rahib dan rahibah setelah mengucapkan kaul kekal.

Selain berdoa, para suster menjalankan berbagai bentuk karya sesuai semangat Labora. Selama menjalani hidup membiara di Italia, komunitas Benediktin mengelola pembuatan obat-obatan herbal, karya seni liturgi, kartu ucapan sakramental, hingga pembuatan dan dekorasi lilin Paskah serta berbagai perlengkapan liturgi untuk pembaptisan, komuni pertama, krisma, tahbisan uskup, pesta pernikahan maupun profesi religius.

“Bekerja bagi kami bukan sekadar aktivitas, tetapi bagian dari spiritualitas. Santo Benediktus mengajarkan bahwa setiap rahib harus bekerja dan hidup dari hasil keringatnya sendiri,” katanya.

Sr. Maria Scolastika juga menegaskan bahwa kehidupan kontemplatif memiliki panggilan khusus untuk mendoakan Gereja dan dunia. Karena itu, para suster tidak banyak melakukan aktivitas di luar biara, kecuali untuk keperluan tertentu.

“Kami telah mengatakan ‘ya’ untuk selamanya kepada Tuhan. Doa adalah tanggung jawab yang kami terima dari Gereja. Karena itu hidup kami dipersembahkan untuk berdoa bagi Gereja dan seluruh dunia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, komunitas monastik kontemplatif tidak mengenal jadwal libur sebagaimana umumnya. Seluruh ritme kehidupan diarahkan pada kesetiaan dalam doa, kehidupan bersama, serta karya yang menjadi bagian dari panggilan hidup Benediktin.